Ukhti...!. Engkau adalah bunga kehidupan, teramat sayang memperlakukanmu dengan kasar, karena hal itu akan merusak keindahan yang ada dalam dirimu dan menodai kesempurnaanya sehingga menjadikannya layu tak berseri.
Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat derajatmu dalam agama ini, karenanya raihlah ia dengan memupuk ketaatanmu pada-Nya, merajut benang-benang kehidupanmu diatas jalan Allah dan manhaj Rasulnya agar kebahagiaan tak pernah jemu menghampirimu.
Camkanlah selalu dalam hatimu, bahwa berjalan diatas kebenaran
(sunnah) ibarat memegang bara api, banyak aral dan rintangan yang
menghalangimu. Lihatlah keluar, musuh kita bersatu padu untuk mengahancurkan
kita.
Dengan segenap daya dan upaya mereka ingin agar kita melepaskan pakaian akhlak dan rasa malu dari diri kita, sehingga mereka lebih leluasa merongrong agama ini. Aku tidak ingin, dirimu dan juga diriku (dengan izin Allah) menjadi korban serigala-serigala liar itu.
Dengan segenap daya dan upaya mereka ingin agar kita melepaskan pakaian akhlak dan rasa malu dari diri kita, sehingga mereka lebih leluasa merongrong agama ini. Aku tidak ingin, dirimu dan juga diriku (dengan izin Allah) menjadi korban serigala-serigala liar itu.
Karena itu palingkan wajahmu dari mereka dan
sambutlah dengan penuh suka cita jalan kebenaran yang ditawarkan Allah dan
Rasul-Nya. Peganglah tali kendali itu dengan sekuat tenaga agar tidak jatuh
dalam kehancuran. Buatlah mereka marah dan sedih dengan keteguhanmu berpegang
pada agamamu, dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam dengan hijabmu.
Ukhti!. Sesungguhnya mereka iri dengan apa yang kita miliki,
wanita-wanita mereka telah terperosok jauh dalam kubangan dosa, kehinaan dan
maksiat sehingga tidak ada lagi yang bisa diharapkan.
Sedangkan engkau???
Engkau adalah wanita berkedudukan tinggi, engkau wanita dengan kemuliaan,
kesucian dan kehormatan yang tinggi. Kedudukanmu tinggi karena Al -Qur'an,
engkau mulia dengan iman dan suci karena engkau berpegang teguh pada agama ini.
Oleh karena itu engkau adalah mutiara yang teramat mahal, tidak sembarang orang boleh menyentuhnya apalagi menyakitinya. Itulah kelebihan dan keistimewaan yang tidak akan kau dapati selain dalam agama ini.
Oleh karena itu engkau adalah mutiara yang teramat mahal, tidak sembarang orang boleh menyentuhnya apalagi menyakitinya. Itulah kelebihan dan keistimewaan yang tidak akan kau dapati selain dalam agama ini.
Maka wahai Ukhti, yang senantiasa sholat dan sujud kepada Dzat yang
Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhluknya, dan menundukkan pendengaran
dan penglihatan untuk-Nya, cukuplah hadist Rasulullah berikut sebagai penyejuk
hati :
"Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah." (HR. Muslim).
Ya, engkau adalah sebaik-baik perhiasan dunia, engkau adalah harapan agama, yang diharapkan dapat melahirkan generasi robbani. Perhiasan itu tidak mudah didapat, harganya terlalu mahal dan menjaganya pun tidaklah mudah.
Setiap abdi Allah ingin mendapatkannya, namun tidak semua bisa memilikinya. Ia memberikan kesejukan dikala hati gersang dan menyegarkan pandangan dikala mata suram. Perhiasan dunia itu, dalam kehidupannya senantiasa menampakkan kemuliaan dirinya. Bagaikan sekuntum mawar yang sedang mekar, harumnya tergambar dari pribadinya yang santun. Tunduk pandangannya, tegas bicaranya.
Sedikitpun tidak ada keraguan jika meninggalkannya di rumah. Ia menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya dan senantiasa menjaga kehormatan diri dan suaminya. Dalam kehidupan sehari-hari senantiasa diselimuti prestasi. Ia tahu mana kegiatan yang disukai Rabbnya , untuk itu ia tidak pernah putus asa. Ia senantiasa menjaga kesucian dirinya. Tidak mudah mengeksploitasi diri dan kehormatannya, apalagi hanya sekedar menggodanya. Karena ingatlah selalu, bunga istimewa hanya untuk yang istimewa.
Takutlah engkau pada Allah dan laksanakan tugas-tugas yang Dia wajibkan kepadamu agar engkau termasuk dalam golongan hambaNya yang selamat dan bahagia di dunia maupun di akhirat.
Bertaqwalah kepada Allah, semoga Allah memberikanmu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dari apa-apa yang engkau dengar dan engkau baca
Sumber Artikel Ocha Si Embun Pagi

0 komentar:
Posting Komentar