Ucapan “andai kemarin”
menggambarkan adanya penyesalan dan keinginan untuk merubah masa lalu.
Tentu saja keinginan merubah masa lalu adalah sikap pandir dan sia sia.
Wajar saja bila Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Wajar saja bila Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ – حديث صحيح رواه مسلم
“Orang mukmin yang tangguh lebih baik dan lebih Allah cintai
dibanding mukmin yang lemah dan pada keduanya terdapat kebaikan.
Upayakanlah segala yang bermanfaat bagimu, dengan tetap meminta
pertolongan dari Allah dan jangan pernah merasa lemah / tidak
berdaya.bila engkau ditimpa sesuatu maka jangan pernah berkata: andai
aku berbuat demikian niscaya kejadiannya akan demikian dan demikian.
Namun ucapkanlah: ini adalah takdir Allah dan apapun yang Allah
kehendaki pastilah terjadi/ terwujud, karena sejatinya ucapan ” andai”
hanyalah membuka pintu godaan setan” (HR Muslim).
Walau demikian, perlu anda ketahui bahwa larangan ini berlaku bila ucapan “andai” diucapkan dalam konteks menyesali kodrat ilahi, bukan dalam rangka mengambil pelajaran/ibrah agar tidak mengulang kembali kesalahan atau untuk meningkatkan amalan.
Walau demikian, perlu anda ketahui bahwa larangan ini berlaku bila ucapan “andai” diucapkan dalam konteks menyesali kodrat ilahi, bukan dalam rangka mengambil pelajaran/ibrah agar tidak mengulang kembali kesalahan atau untuk meningkatkan amalan.
Adapun bila diucapkan dalam rangka mengambil ibrah atau antisipasi maka itu ucapan terpuji. Karena itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
لولا حداثة عهد قومك بالكفر لنقضت الكعبة، ولجعلتها على أساس إبراهيم، فإن قريشاً حين بنت البيت استقصرت، ولجعلت لها خلفاً
“Andailah bukan karena kaummu baru saja meninggalkan kekufurannya
niscaya aku memugar bangunan Ka’bah, dan aku kembalikan sesuai pondasi
yang dibuat oleh nabi Ibrahim, karena sejatinya pada saat quraisy
memugar Ka’bah, mereka kekurangan biaya, dan niscaya aku buatkan pula
pintu keluarnya. (HR. Muslim)
Pada kisah lain Nabi bersabda:
Pada kisah lain Nabi bersabda:
لو استقبلت من أمري ما استدبرت لما سقت الهدى ولجعلتها عمرة
“Andai aku masih di awal perjalananku dan belum terlanjur, niscaya aku
tidak membawa hewan sembelihan (Al Hadyu) dan aku jadikan ihramku ini
sebagai ihram umrah terlebih dahulu ( sehingga menjadi haji tamattu’)“.
Ucapan “andai ” untuk hari esok adalah indikator orang cerdas nan bijak. “Andai besok” berarti rencana, persiapan atau antisipasi, dan semua itu mencerminkan sikap bijak dan sudah barang tentu tidak terlarang.
Karena itu ungkapan semacan ini banyak kita temukan dalam hadits dan ucapan para sahabat. Diantaranya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Ucapan “andai ” untuk hari esok adalah indikator orang cerdas nan bijak. “Andai besok” berarti rencana, persiapan atau antisipasi, dan semua itu mencerminkan sikap bijak dan sudah barang tentu tidak terlarang.
Karena itu ungkapan semacan ini banyak kita temukan dalam hadits dan ucapan para sahabat. Diantaranya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع
“Andai aku berumur panjang hingga tahun depan niscaya saya puasa pula
pada hari ke sembilan (dari bulan muharam)“. (HR. Muslim).
Penulis: DR. Muhammad Arifin Baderi, Lc. MA.
Artikel www.Muslim.Or.Id

0 komentar:
Posting Komentar