Bercakap mengenai kehilangan atau sesuatu yang luput daripada kita, saya pasti dan yakin bahawa most or all of us pernah mengalaminya. Tak kiralah sama ada kehilangan orang yang disayangi ataupun benda yang kita paling suka.
Bila kita kehilangan sesuatu, tendency untuk merasa sedih dan menangis itu sangatlah tinggi. Kan?
Bersedih itu tidak salah sebab itu memang normal. Fitrah manusia.
Menangislah andainya itu dapat membuatkan hatimu tenang. Menangislah
jika itu mampu membuatkan dirimu lega. Tapi, janganlah bersedih secara
berlebihan. Dan janganlah bersedih terlalu lama.
Allah ada berfirman dalam Quran:
"Janganlah
kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal
kamulah orang-orang yang paling Tinggi (darjatnya), jika kamu
orang-orang yang beriman." (Surah Ali Imran, 3: 139)
Redhalah dan berlapang dada lah dengan kehilangan itu. Easier said than done
kan? Tapi inilah yang kita patut buat apabila berhadapan dengan sebuah
kehilangan. Saya juga pernah kehilangan sesuatu yang sangat saya sayang. Saya tahu betapa susahnya nak menerima sesuatu kehilangan itu.
Tapi hidup mesti diteruskan. Lagipun Allah kan ada. Allah ni kan, Dia lah planner yang terbaik
sekali di alam semesta ni. Sungguh, Allah tak pernah jadikan sesuatu
itu tanpa sebab dan sia-sia. Setiap benda yang berlaku pada diri kita,
itulah sebenarnya yang terbaik sekali untuk kita. Itulah yang terbaik
sebagai penguji. Ujian yang Allah bagi dengan kita merasa suatu
kehilangan itu bukanlah untuk disesali tapi ujian itu adalah untuk kita
memajukan diri kita.
Kalau
tak percaya, cuba refleks balik diri sendiri dengan apa yang dah
berlaku dalam hidup kita selama ni. Memang Allah jadikan sesuatu perkara
itu bersebab kan? Tiada yang sia-sia. Mungkin pada masa sekarang tak
nampak hikmah tu, tapi percayalah satu hari nanti, kita akan dapat lihat
kenapa Allah jadikan perkara tu.
Jangan
disesali dengan apa yang telah hilang. Yakinlah Allah akan ganti
sesuatu benda yang kita hilang itu dengan sesuatu yang lebih baik.
InsyaAllah :)
Artikel Bernafas Dalam Jiwa Hamba
0 komentar:
Posting Komentar