Rabu, Maret 06, 2013
0
Di atas lembah pasir nan suci Lautan darah meluas membanjiri Jutaan jasad ditinggal ruhnya Terkapar kaku terdiam membisu

Badar masih berkecamuk Memanggil genderang perang kesatria Tuk menjemput emas di tengah samudera Yang membiru menahan haru

Padang gersang tak menyurutkan gelora dada sekalipun usia renta tak terbantahkan Usia belia belum tentu juga hanya penonton Mau renta, muda, bahkan belia, gelora semakin di ujung tanduk
Ingin berkoar-koar laksana singa rimba kehilangan inangnya Namun, semua tak bisa menuju gelanggang Badar Sang ayah harus mengalah pada anaknya Yang tak terbendung lagi niat mulianya Meski berujung pada gugurnya satria

Dan tibalah sang Ayah menjemput surga Di tengah gemuruh Badar menggema Sang ayah tak terselamatkan Menyusul sang Anak ke surga Sebagai seorang syuhada kesatria Badar
Badar saksi bisu tak terlupakan Diorama kisah ayah dan anak Membela panji-panji kebenaran Di bawah naungan sang kekasih





Oleh : Foedji Oetomo
dakwatuna.com

0 komentar:

Posting Komentar