Ibu, kau melahirkanku dengan berjuta rasa Yang kini kutahu sangat menyiksa Tak pernah kau meminta pengganti perihnya rasa itu
Lalu, kau seperti mentari bagiku Ahhh, entah bagaimana jika tidak ada kau
Dalam sepinya malam Dalam dekap hangatmu Kau berikan ilmumu yang sekedar Tentang Tuhanku, Allah Yang Maha Kuasa Tentang hidup, tentang semua
Sekedar namun tak akan pernah buyar Hingga kini, memoriku pun masih sanggup mengingat
Setiap kasihmu selalu menjadi arti Meski khilafku tercipta selalu Tak mampu goyahkan bahkan setitik cintamu
Ibu, waktu kita teramat berwarna Cinta dan benci hadir bersama kita Biarlah,, Semoga maafmu selalu tercipta Dan kuharap Tuhan tak murka
Ibu, mungkin kau tak tahu Di dekatmu bagai mendapat luruhan cinta dari langit Menyentuhmu adalah wujud kenyamanan tiada tara Hanya kau… Ya, dengan kau…
Selalu terbesit, ada asa membuatmu melayang Namun ku tak miliki sayap membentang
Masih saja aku minta doamu Untuk satu kali ini Doakan aku, menjadi anak yang shalih Menjadi perisai kebahagiaan Kelak, aku ingin bertemu jua denganmu di surga
Dan saat ini… Di antara belaianku pada wajahmu Kerut itu mulai membungkus wajah cantikmu
Bagiku, kaulah ibu tercantik di dunia Kaulah ibu terbaik yang Tuhan hadirkan Wanita sederhana penuh makna Semoga cinta ini selalu terpatri dan berarti untukmu…
Penulis : Kiptiah Hasan
dakwatuna.com
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar