Persembahan Untuk Istriku
Tiada hal yang bisa kupersembahkan bagi cinta kita, selain ketulusan dan keinginan untuk terus belajar... belajar dari kebijaksanaanmu tentang kehidupan."
Alangkah bahagianya saat mengetahui secara pasti bahwa cinta kita akan semakin terasa lengkap dengan kehadiran sang buah hati yang di nanti.
Namun sungguh tak bisa kupungkiri rasa ini yang bimbang saat dihadapkan pada situasi yang 'membahagiakan' ini... muncul berbagai pertanyaan dalam pemikiran seperti, Apakah aku telah siap menjadi seorang Ayah? Apa yang harus aku lakukan saat telah menjadi Ayah? Bagaimana dengan hubungan cinta kita setelah hadirnya sang buah hati? Apakah perhatianmu akan berkurang? Apakah kita masih bisa melakukan hal-hal kesenangan berdua?
Secara tak sadar pemikiran menolak yang ditekan dan dihiraukan (represi), muncul keluar dalam perilaku yang ditampilkan olehku. Menghindar dari kenyataan dengan merasa semua baik-baik saja dan tidak ada yang berubah, merasa kesal jika disinggung tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa mendatang terkait dengan kelahiran buah hati... tak sadarkah engkau dengan hal ini. Aku butuh dukungan, tetapi aku betul-betul sadar engkau pun lebih butuh dukungan.
Namun waktu terus berjalan, kehadiran sang buah hati tinggal menanti. Bagi kami kaum lelaki, pemecahan masalah adalah yang terutama... face it or avoid it... mungkin alasan inilah mengapa begitu banyak terdengar kisah menyedihkan di masa yang seharusnya penuh cinta kasih suami-istri seperti layaknya sepasang kekasih.
Istriku yang tercinta, diri ini hanyalah manusia yang sering khilaf dan terlena... dan akhirnya kebijaksanaanmu-lah yang mengingatkanku. Mengingatkan akan tujuan kehidupan sebenarnya, bersyukur mendapati kepercayaan sang Ilahi sebagai 'keran' pahala di saat kita mati.
Semoga blog ini bermanfaat bagiku, bagimu, bagi kita, dan bagi Anda sahabat :)
Posted by Mas Viqih
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar